Posted by: boncire | November 7, 2008

Jiwa namanya…

Tahukah kamu apa yg ada didalam genggamanku ini?

kau menggeleng, tanpa berucap tak tahu

dirimu penasaran apakah yg ada di dalam genggaman

pandangan angkuh menyerang wajah penuh tanya dihadapanku

ini kunamakan jiwa. J-I-W-A

mulutmu bergumam, mengulang nama asing yg kau dengar

Jiwa adalah emasku, tak kubiarkan ada yg mengambilnya, pun terluka sedikit ku takkan rela

aku yg berdiri gagah, menatap mantap ke sana… alam semesta

tatapan kosong yg bertujuan meraih sesuatu

petang menjelang, tanda matahari telah usai bertugas menemani kita

angin meniup pelan sambil menyampaikan pesan ibumu tuk segera pulang

kau belum beranjak jadi situ, masih berdiri didekatku

eitt…..jangan coba2 menyentuhnya kawan! nada sinis menyertai peringatanku padamu

kenapa? kau bertanya dengan tatapan khasmu

karenaa….. akupun terdiam lama. sangat lama….dan….

lama-kelamaan aku baru menyadarinya

alasan mengapa kau tak boleh menyentuh sedikitpun

alasannya ada….lah…? heii, kemana dirimu…???

tak ada jejak langkah yg kau tinggal untukku

tak ada sedikit tanda yg memberi tahu keberadaanmu

dan kemudian aku tersentak

apa yg kulakukan disini? semua asing. aku ada dimana?

butuh waktu lama tuk berpikir alasan yg kau pinta

ku membiarkanmu menunggu, menuruti ego pikiranku untuk menemukan alasan setepat-tepatnya

padahal setelahnya aku memperbolehkanmu untuk memegangnya, tak sekedar hanya menyentuhnya

kau pergi. hilang. lenyap. entah tlah lama berlalu

aku kembali mengulang pertanyaan yg sama,

tahukah kamu apa yg ada didalam genggamanku ini?

aku tersenyum, ayo kita lihat bersama-sama

perlahan ku gerakkan jemariku, membuka genggaman ini

sesuatu yg terjaga. terlindungi. bernama jiwa….

tlah menguap mengikuti arah udara

tersebar, tak berwujud

selama ini yang kuhanya mengenggam semu

kosong

*saya mengetik tulisan tatapan stngah kosong, rasanya ingin menangis. tapi ga tau sebabnya apa. mungkin saya tau sebabnya, sesuatu yg abstrak. tak bisa dijelaskan..

Advertisements

Responses

  1. ketika jiwa itu tersebar .. . maka akan hadir seseorang yang menangkap serpihan jiwa itu dan merangkainya kembali … hehe
    (wah mantap juga gw ya 😛 wkwkwk)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: